Jln. Raya Belitang BK.1 Desa Tanjung Bulan Kecamatan Buay Madang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Provinsi Sumatera Selatan

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 22 November 2018

SB MENIRU


BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Sumber daya manusia merupakan potensi yang harus digali sebagai asset nasional, modal dasar pembangunan bangsa.  Potensi hanya dapat digali, dikembangkan dan dipupuk secara efektif melalui strategi dalam pendidikan , pembelajaran secara terarah dan terpadu dengan pengelolaan secara proposional,  serasi, seimbang dalam mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional Bab IV pasal 10 menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan, membimbing dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.  Kurikulum sebagai salah satu subtansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah dan kondisi sekolah atau daerah. Dengan demikian sekolah atau daerah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi pokok, kegiatan pembelajaran dan penilaian hasil pembelajaran.  Sebagian besar kebijakan yang berkaitan dengan implementasi Standart Nasional Pendidikan dilaksanakan sekolah atau daerah. 
Sekolah harus menyusun kurikulum tingkat satuan pendidkan (KTSP) yang terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, stuktur dan muatan KTSP, kalender pendidikan dan silabus dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaiuan Standart isi yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006 dan Standar Kompetensi Lulusan yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 Tahun 2006.  Kelompok Mata pelajaran estetika yang mencakup Mata Pelajaran Seni Budaya dan mata pelajaran Bahasa Indonesia pada aspek sastra khususnya teater memiliki karakteristik pembelajaran yang khas dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Dalam mata pelajaran seni budaya sendiri aspek budaya dibahas secara terintegrasi dengan seni.  Pendidikan seni budaya diberikan di sekolah karena keunikan, kebermaknaan dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik, terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/ kreasi dan berapresiasi.
Pendidikan seni budaya bersifat multilingual, multidemensional dan multikultural.  Multilingual bermakna pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya.  Multidemensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi pengetahuan, pemahaman, analisis dan evaluasi. 
Apresiasi dan kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika dan etika.  Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuh kembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam seni budaya Nusantara dan Mancanegara.  Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis.  Dan Cara yang diyakini akan mampu meningkatkan potensi sumber daya manusia secara utuh bagi perserta didik dengan kurikulum berbasis kompetensi di sekolah, dengan upaya dilakukan secara berkesimambungan, dimulai dari konsep, pengembangan pedoman, sosisalisasi dan penerapan kurikulum.
Pendidikan seni budaya memiliki peran dalam pembentukan kepribadian perserta didik yang harmonis dan membantu siswa dalam usaha membandingkan dengan bangsa lain yang masih banyak mengalami hambatan kebudayaan dalam usaha mengetahui kepribadian bangsa dan kemampuan mengenali SDM yang dimiliki bangsa tersebut.
Pembelajaran di SMP Negeri 2 Buay Madang melalui pembelajaran berdasar strategi pendekatan proses dalam keterampilan meniru dalam berkarya seni rupa yang selama ini mengharapkan aktifitas siswa dalam mendalami materi dirasa sangat kurang, terutama dalam usaha membaca literature yang ada di perpustakaan, usaha belajar kelompok dan siskusi kelompok ternyata masih sangat kurang.  Usaha-usaha meningkatkan dan mengoptimalkan pembelajaran hasil kegiatan siswa.

B.      RUMUSAN MASALAH
Masalah dalam penelitian ingin mengetahui efektifitas keterampilan meniru dalam mata pelajaran seni rupa siswa siswa SMP Kelas VIII.
Ø  Apakah aktifitas dalam meniru obyek gambar dapat menghasilkan nilai yang lebih baik dan efektif dalam pembelajaran seni rupa.

C.      TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui efektifitas dalam meniru dalam pelajaran seni rupa dapatkah menghasilkan nilai yang lebih tinggi pada proses belajar mengajar seni budaya.
2.  Untuk mengetahui efektifitas strategi pendekatan proses kegiatan meniru pada pembelajaran seni rupa di sekolah.

D.  MANFAAT PENELITIAN
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :
1.      Bagi Siswa
Ø  Tercipta suasana belajar yang lebih menyenangkan dan kreatif.
Ø  Pengalaman belajar mengajar yang sangat bervariasi.
Ø  Siswa yang kurang dapat mencari cara belajar lebih menyenangkan.
Ø  Meniru merupakan cara belajar yang selalu penuh dengan model bagi siswa yang ingin belajar.
2.  Bagi Guru
Ø  Meningkatkan profesionalisme guru dalam pendidikan.
Ø  Bahan yang dapat menjadi informasi dalam usaha meningkatkan prestasi siswa , setelah mengetahui hasil pembelajarannya.
Ø  Guru dapat terbantu dalam usaha penguatan hasil pembelajaran siswa.
Ø  Memberikan motivasi untuk guru dalam melakukan penelitian.
3.       Bagi Pengembangan Kurikulum
Ø  Memberikan alternatif model-model metode pembelajaran.
Ø  Sebagai bahan yang dapat dijadikan informasi dan pertimbangan dalam penelitian lebih lanjut tentang model-model metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil pembelajaran.

4.         Bagi Pengembangan Sekolah
Ø  Ketuntasan belajar dapat dengan mudah tercapai.
Ø  Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dan hasil pendidikan siswa.
Ø  Memberikan inovasi untuk guru dalam melakukan penelitian.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN RENCANA TIDAKAN

A.    KAJIAN PUSTAKA
Pembelajaran merupakan proses yang lenkap dan komplek  dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan.  Dalam usaha menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan diperlukan keterampilan pembelajaran dan keterampilan mengajar. ( Mulyasa; 2005 ).
Ausubel mengemukakan bahwa belajar dikatakan menjadi bermakna bila informasi yang akan dipelajari siswa dengan struktur kognitif yang dimilikinya, sehingga siswa tersebut dapat mengkaitkan iformasi barunya dengan struktur kognitif yang dimilikinya. (Hudaya, 1990, 54)
Dalam teori belajar Robert M. Gagne yang diungkapkan  Ruseffendi (1980, 138) dikatakan bahwa dalam belajar ada dua obyek yang dapat diperoleh siswa, obyek langsung dan obyek tidak langsung.  Obyek tidak langsung antara lain ialah kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah mandiri (belajar, bekerja, dll).  Berdasar analisa kontek tentang pendekatan proses, Funk berpendapat (Dimyati, dkk 1999) yang dimaksud pendekatan proses adalah pendekatan yang memberikan kesempatan kepada siswa belajar dengan ilmu pengetahuan.  Siswa merasa senang dan gembira karena mereka aktif membaca di perpustakaan sekolah ataupun perpustakaan umum karena mereka dapat mencari bahan dan contoh sendiri dalam belajar menulis.
Pendekatan proses menurut Tompkins siswa aktif dalam proses pembelajaran.  Menurut Brown (1994) guru jangan mendominasi aktifitas proses belajar mengajar, tetapi memberikan kesempatan seluas-luasnya dengan banyak membaca di perpustakaan agar siswa mudah berinteraksi, baik dengan guru, teman maupun bacaan di perpustakaan.
Bersikap positif terhadap pembelajaran bahasa, seni dan mengerti bagaimana seharusnya belajar.  Obyek langsung adalah sebagai berikut :


1.      Fakta
Contoh fakta ialah dalam melakukan pengamatan belajar di saat siswa melakukan pekerjaan meniru obyek yang diberikan oleh guru dalam mata pelajaran seni rupa.
2.      Keterampilan
Keterampilan adalah kemampuan memberikan jawaban yang benar dan cepat.
Misalnya; Mengerjakan tugas yang dibebankan ke siswa dalam meniru obyek yang diberikan guru dalam mata pelajaran seni rupa.
3.      Konsep
Konsep merupakan ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokkan bentuk-bentuk hasil pekerjaan kedalam contoh.
4.      Aturan
Aturan ialah obyek yang paling abstrak yang dapat berupa sifat, dalil dan teori.
Diskusi dapat diartikan sebagai percakapan respon yang dijalin oleh pertanyaan problematik yang diarahkan untuk memperoleh pemecahan masalah. (Mulyana, 2005).
Pembelajaran bukan hanya terbatas pada kejadian yang dilakukan oleh guru saja, melainkan mencakup semua kejadian maupun kegiatan yang mungkin mempunyai pengaruh langsung pada proses belajar.  Pembelajaran mencakup kejadian-kejadian yang dimuat dalam bahan-bahan cetak, gambar, program radio, Televisi, Film maupun kombinasi dari bahan-bahan tersebut (Gagne dan Briggs, 1979).  Dengan demikian fungsi pembelajaran bukan hanya fungsi guru, melain-kan juga fungsi pemanfaatan sumber-sumber belajar lain yang digunakan oleh siswa untuk belajar dengan kelompoknya.
Belajar tuntas adalah suatu system yang mengharapkan sebagian besar siswa dapat menyelesaikan tujuan instruksional umum dari satuan atau unit-unit pelajaran secara tuntas.  Mengenai Ketuntasan siswa yang memperoleh nilai ulangan harian kurang dari 7 perlu diberikan program perbaikan dengan menitik beratkan pada materi yang belum dikuasai (Ahmad, 1995;20 , Nadiono, 1990;1) menjelaskan bahwa maksud utama belajar tuntas adalah memungkinkan pencapaian 70 % keterampilan dan 75 % untuk konsep.  Pada belajar tuntas siswa diharapkan mencapai tingkatan penguasaan tertentu, terhadap tujuan instruksional dari satuan pelajaran tertentu sebelum melanjutkan kesatuan pelajaran berikutnya.  Peneliti ingin membandingkan keberhasilan belajar mempergunakan metode Eksperimen dan metode belajar mandiri di perpustakaan mana yang lebih berhasil dengan penelitian tidakan kelas (PTK).  

B.       RENCANA TINDAKAN
Dalam Penelitian ini kegiatan yang akan dilakukan adalah :
1.      Persiapan
Dalam persiapan yang dilakukan guru adalah membentuk kelompok terdiri dari 5 atau 6 siswa dengan memperhatikan pemerataan ability dan gender.
2.      Tindakan
Memberi permasalahan sesuai dengan kompetensi dasar yang ada untuk didiskusikan dan selanjutnya diberikan tes secara individu.
3.      Pengamatan
Dalam hal pengamatan yang perlu diamati adalah proses diskusi atau kerja sama siswa dalam kelompok.
4.      Penilaian
Penilaian didasarkan padfa hasil test tiap siswa, yang nilainya dihitung rata-rata secara berkelompok, sehingga masing-masing siswa dalam satu kelompok memiliki nilai yang sama.




Download Laporan PTK ini secara lengkap melaluai Link Berikut:
Share:

SB MENGGAMBAR



BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui proses pendidikan diharapkan menghasilkan siswa yang berkarakter sebagai generasi bangsa yang memiliki kemampuan intelektual tinggi dan berkepribadian yang utuh, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dalam segala bidang. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat sektor dibidang pendidikan melalui upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah.
Pendidikan Seni Budaya diberikan  di sekolah karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik, yang terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi  melalui pendekatan: “belajar dengan seni,” “belajar melalui seni” dan “belajar tentang seni.” Peran ini tidak dapat diberikan oleh mata pelajaran lain. 
Pendidikan Seni Budaya memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Multilingual bermakna pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya.  Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan  kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan mancanegara.  Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.
Permasalahan yang sering timbul dalam pembelajaran menggambar perspektif adalah keluhan anak karena rumitnya garis yang membalut bentuk benda yang diperagakan guru. Guru terkesan tidak mengindahkan kemampuan siswa dalam hal pengamatan gambar perspektif. Mereka kurang sabar dalam membimbing siswa. Sehingga faktanya siswa sering menganggap bahwa materi ini rumit dan sulit sekali. Akhirnya tidak jarang, pembelajaran ini sering ditinggalkan begitu saja oleh guru yang bersangkutan dengan alasan demi terkondisinya pelajaran seni budaya yang nyaman-nyaman saja.
Berangkat dari permasalahan tersebut, penulis berkeyakinan bahwa dengan metode melacak gambar bisa dijadikan cara untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman peserta didik dalam menggambar perspektif. Dari cara tersebut anak menjadi faham asal-usul gambar yang dikerjakan. Dengan demikian tidak sadar, mereka akan menemukan teori menggambar perspektif yang selama ini dianggapnya sulit dan rumit.
Berdasarkan uraian tersebut, maka guru berkeinginan untuk mengadakan suatu Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “Upaya Meningkatkan Keterampilan Menggambar Perspektif dengan Teknik Lacak Gambar Melalui Kerja Kelompok Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 2 Buay Madang Tahun Pembelajaran 2015/2016”.

1.2    Definisi Operasional
Melacak gambar adalah kegiatan yang dilakukan siswa terhadap gambar bentuk perspektif yang diberikan guru. Dalam kegiatan ini siswa melacak garis-garis perspektif dengan penggaris, dilakukan secara berkelompok dengan teman sebangku. Tujuannya adalah mencari asal-usul bentuk gambar perspektif untuk digambar ulang dalam bentuk yang sama (reproduksi).


1.3    Pembatasan Masalah
Penelitian ini berfokus pada gambar perspektif dengan teknik melacak gambar perspektif yang sudah jadi, untuk dicari asal - usul gambar perspektifnya. Fokus penilaian dilakukan pada proses dan hasil karya siswa. Hal ini untuk mengetahui kualitas pembelajaran, yang dilakukan guru dalam upaya mengukur daya serap terhadap teori yang diujicobakan dalam penelitian ini.

1.4    Rumusan Masalah
1.        Apakah dengan teknik lacak gambar, siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Buay Madang dapat meningkatkan keterampilan menggambar perspektif?
2.        Bagaimanakah penerapan laacak gambar untuk meningkatkan prestasi menggambar perspektif siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Buay Madang.
3.        Apakah dengan teknik lacak gambar, pembelajaran perspektif di kelas VIII-A SMP Negeri 2 Buay Madang minat siswa meningkat?

1.5    Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah, penelitian ini bertujuan untuk:
1.        Meningkatkan keterampilan menggambar perspektif bagi siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Buay Madang Tahun Pelajaran 2015/2016.
2.        Mendeskripsikan implementasi menggambar perspektif dengan teknik lacak gambar.
3.        Meningkatkan minat menggambar perspektif bagi siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Buay Madang Tahun Pelajaran 2015/2016.


1.6    Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang akan dilakukan diharapkan memberikan manfaat kepada:
1.        Guru yang bersangkutan
Sebagai tambahan literasi model pembelajaran, dan alat evaluasi diri terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pembelajarannya, sehingga mendapatkan metode yang ideal terhadap materi yang akan disampaikan kepada siswa.
2.        Bagi Siswa
Penerapan teknik lacak gambar sangat berguna untuk mempermudah siswa memahami teori menggambar perspektif. Diharapkan setelah mereka mengetahui teknik menggambar perspektif, siswa dapat menggambar bentuk perspektif dengan model yang bervariasi.
3.        Bagi Lembaga
Dengan terlaksananya penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh sekolah sebagai inspirasi bagi guru yang lain agar dapat digunakan sebagai masukan untuk penelitian pembelajaran di kelas.

BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

5.1  Simpulan
Berdasarkan hasil implementasi metode yang telah dilaksanakan pada siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwa:
1.        Penggunaan metode melacak gambar konstruksi dapat membngkitkan ide dan gagasan siswa dalam mengeksplorasi kreativitasnya dalam menggambar perspektif. Kemampuan tersebut dapat dibuktikan pada siklus I dengan ketuntasan 75% dan siklus II dengan pencapaian 100%.
2.        Penggunaan metode melacak gambar dapat dilakukan efektif dan efisien jika guru dapat membimbing secara intensif, serta mampu memberikan contoh yang mudah dalam menggambar perspektif. Dari pengalaman ini peserta didik menjadi senang karena mereka mengetahui cara menggambar perspektif dengan baik dan benar.

5.2  Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kajian tentang implementasi model siklus belajar dengan model yang telah penulis lakukan di kelas ini dapat disarankan bahwa:
1.        Pemecahan masalah kualitas proses dan hasil belajar seni budaya dapat dilakukan dengan mengkombinasikan dua metode mengajar seperti melacak gambar dan metode bimbingan intensif sehingga dapat memberikan jalan mudah dan sekaligus mengurangi kegamangan siswa dalam kegiatan menggambar.
2.        Untuk mengetahui sejauhmana efektifitas penggabungan kedua metode ini dapat dilakukan penelitian lanjutan berupa penelitian eksperimental sehingga variabel-variabel yang terlibat dapat dikontrol.
3.        Jangan ragu menggunakan beragam metode walau itu dianggap kunountuk membantu pemahaman siswa. Karena metode-metode tersebut bersifat kondisional, sehingga masih relevan jika kondisi peserta didik masih memerlukan.




Download Laporan PTK ini secara lengkap melaluai Link Berikut:
Share:

PTK IPS


Berikut Kami bagikan berbagai kumpulan Penelitian Tindakan Kelas  Khususnya pada Mata Pelajaran IPS Yang pernah diterapkan di SMP Negeri 2 Buay Madang. Namun sebelumnya perlu diketahui bahwa Guru IPS di SMP Negeri 2 Buay Madang terdapat duet Guru PNS yaitu Endang Prihati, S.Pd dan Heriyati, S.Pd. Keduanya  merupakan guru professional, dibuktikan dengan sertifikat pendidik yang mereka miliki dan masa kerja yang mereka tempuh selama menjadi guru.
Ada berbagai macam Penelitian Tindakan Kelas pada mata pelajaran IPS yang kami share, semoga ini bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan penelitian berikutnya. Bagi Bapak/Ibu yang ingin mengetahui laporan Penelitian Tindakan Kelas pada mata pelajaran IPS, silahkan Download laporan tersebut pada link berikut ini:



THANK YOU


Share:

PTK IPA


Faktor yang mempengaruhi keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah ketepatan dalam memilih serta menerapkan metode atau strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran. Hal itu direncanakan demi untuk meraih sebuah keberhasilan dalam guru menyalurkan ilmunya untuk peserta didik. Segala upaya telah dilakukan untuk mencari jalan yang baik dan terbaik. Salah satu hal upaya itu ialah melakukan suatu Penelitian Tindakan Kelas, yang mana tujuannya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
Berikut Kami bagikan berbagai kumpulan Penelitian Tindakan Kelas  Khususnya pada Mata Pelajaran IPA Yang pernah diterapkan di SMP Negeri 2 Buay Madang. Perlu diketahui bahwa Guru IPA di SMP Negeri 2 Buay Madang terdapat 4 Guru PNS Profesional yaitu Drs. Arianto, Kolimah, S.Pd, Sri Wahyuni, S.Pd dan Sunaryati, S.Pd serta beberapa guru honorer lainnya.
Ada berbagai macam Penelitian Tindakan Kelas pada mata pelajaran IPA yang pernah diterapkan di SMP Negeri 2 Buay Madang dan semua PTK yang diterapkan berjalan dengan sempurna sesuai apa yang menjadi harapan yaitu meningkatkan prestasi belajar siswa. Semoga Penelitian yang kami share ini bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakuakn penelitian berikutnya. Bagi Bapak/Ibu yang ingin mengetahui laporan Penelitian Tindakan Kelas pada mata pelajaran IPA, silahkan Download laporan tersebut pada link berikut ini:



THANK YOU

Share:

PTK MATEMATIKA


Matematika sanggat penting dalam kehidupan sehari-hari, matematika juga mempunyai ciri khas sebagai ilmu yang memiliki obyek astrak, berpola pada pemikiran deduktif akasiomatik, dan juga berlandaskan pada kebenaran. Dengan adanya ciri khas tersebut, matematika berguna sekali dalam menumbuh kembangkan kemampuan serta membentuk pribadi siswa dalam ilmu pengetahuan teknologi (IPTEK). Matematika sebagai ilmu dasar juga diperlukan untuk mencapai keberhasilan yang berkualitas tinggi. Oleh karena itu, sudah seharusnya matematika diajarkan sedini mungkin. Dalam hal ini, guru mempunyai peranan penting dalam mencapai keberhasilan proses belajar, termasuk keberhasilan dalam pendidikan secara global. Keberhasilan tersebut dapat ditunjukkan dengan kemampuan siswa memahami dan mengerti materi yang diajarkan.
Segala upaya telah dilakukan oleh guru, agar tujuan dalam suatu pembelajaran tercapai dengan baik. Salah satu upaya guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu dengan mengadakan suatu Penelitian Tindakan Kelas.
Berikut Kami bagikan berbagai kumpulan Penelitian Tindakan Kelas  Khususnya pada Mata Pelajaran Matematika Yang pernah diterapkan di SMP Negeri 2 Buay Madang. Perlu diketahui bahwa Guru Matematika di SMP Negeri 2 Buay Madang terdapat 2 Guru PNS Profesional yaitu Rubit Supriyadi, S.Pd dan Aminuddin, S.Pd dan beberapa guru honorer.
Ada berbagai macam Penelitian Tindakan Kelas pada mata pelajaran Matematika yang pernah diterapkan di SMP Negeri 2 Buay Madang dan semua PTK yang diterapkan berjalan dengan sempurna sesuai apa yang menjadi harapan yaitu meningkatkan prestasi belajar siswa. Semoga Penelitian yang kami share ini bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakuakn penelitian berikutnya. Bagi Bapak/Ibu yang ingin mengetahui laporan Penelitian Tindakan Kelas pada mata pelajaran Matematika, silahkan Download laporan tersebut pada link berikut ini:

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DEVISION (STAD) DENGAN VARIASI BERMAIN KUIS PADA MATERI PEMBELAJARAN KPK DAN FPB DI KELAS VII-A SMP NEGERI 2 BUAY MADANG TAHUN PEMBELAJARAN 2018/2019




THANK YOU


Share:


jadwal-sholat

Diberdayakan oleh Blogger.

Kontributor

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Arsip Blog

Follow Us

web.facebook.com/smpnegeri2buaymadang

Wibesite

smpn2buaymadang.blogspot.com

Connect Us

E-mail : smpn2buaymadang@gmail.com or smpn2buaymadang@yahoo.co.id